Pencampuran Komposisi Beton yang Telah
Dipersiapkan
Dalam tahap yang ketiga memang ada standar yang mengatur
pencampuran beton. Namun dalam penerapan dalam tahap ketiga hanya dijadikan
syarat pemenuhan agar pembuatan beton lulus kualitas. Yang sebenarnya ada
adalah standar-standar tak tertulis yang sudah menjadi kebiasaan pencampuran
oleh kontraktor di lapangan.
Standar-standar umum itu adalah :
1. Bahan baku padat
dicampur terlebih dahulu, setelah tercampur maka dimasukkan bahan baku cair.
2.
Bahan baku cair
dimasukkan secara perlahan-lahan. Ingat jumlah air yang dibuat pada tahap kedua
tidak mutlak harus dipatuhi. Karena bisa saja dengan jumlah air yang ada, beton
menjadi kelebihan atau kekurangan air akibat karakteristik agregat.
3.
Jangan mengandalkan
penglihatan karena yang terjadi bisa saja berbeda dengan apa yang kita lihat.
Seperti yang kita lihat misalnya bahan sudah tercampur dengan baik. Namun yang
sebenarnya terjadi adalah campuran beton mengalami kelebihan air dan mengalami
segergasi. Untuk itu diperlukan pengecekan.
4.
Biasanya untuk
pencampuran beton yang baik. Minimal diaduk sebanyak 100 kali. Namun ada
baiknya kita mengaduk sesuai dengan jumlah dan karakteristik bahan.
5.
Beton yang sudah
jadi jangan didiamkan terlalu lama agar tidak terjadi pengerasan. Agar tidak
mengeras maka perlu diaduk secara berkala kembali.
Untuk mengaduk kita bisa memilih dua opsi, yakni manual menggunakan
sekop atau otomatis menggunakan mesin. Untuk jumlah yang besar tentu kita
memerlukan alat-alat berat.
Perawatan Beton
Ada beberapa alternatif dalam perawatan beton :
1.
Direndam.
2.
Disiram
3.
Dilapisi kain tebal
atau plastik khusus.
Yang perlu diketahui dari tahap yang keempat adalah perawatan yang
sesuai tergantung keinginan dan kondisi. Perendaman dilakukan biasanya di
laboratorium untuk beton uji. Tidak mungkin bila beton untuk gedung tinggi
direndam, yang paling mungkin adalah di siram atau dilapisi kain atau plastik
khusus.
Penutup
Setelah membuat beton sesuai dengan tahapan-tahapan yang telah
dibicarakan. Prinsip yang kita gunakan sebenarnya secara bahasa hampir sama
dengan membuat sebuah kue. Pembuatan kue juga memerlukan pemilihan bahan yang
baik, pembuatan komposisi, pencampuran bahan serta perawatan hingga kue
tersebut sampai pada konsumen.
Pembuatan beton pun hampir sama.Bagaimana jika kelebihan salah satu
komposisi akan mempengaruhi kualitas beton tersebut. Berhasil atau tidaknya
tahapan-tahapan yang dilaksanakan akan menunjukkan berhasil atau tidaknya beton
yang kita buat. Keempat tahap itu juga mempengaruhi kekuatan, harga serta
karakteristik beton. Ada hukum tak tertulis yang ada pada ilmu sosial. Yakni
semakin besar simpangan pada setiap tahap, maka akan semakin besar pula
pengaruhnya pada hasil akhir.
Seorang ahli beton juga jangan terpaku pada standar pengerjaan.
Namun juga melihat kondisi yang ada. Bagaimana ia memenuhi BMW-S
(biaya-mutu-waktu-safety) sebuah pekerjaan. Misalnya jika pengerjaan beton
tersebut ada di tengah hutan, sang kontraktor harus menghitung waktu pembuatan dan
pengecoran beton secara teliti dan ekstra. Atau pembuatan beton untuk jalan
raya membutuhkan pengerasan awal yang tinggi.
Efektif dan efisien. Misal di dekat daerah pengerjaan ada pabrik
fly ash (abu terbang). Kita bisa gunakan sebagai pengganti semen. Atau bisa
kita gabungkan kedua unsur tersebut. Bagaimana jika tidak ada split di daerah
tersebut. Bagaimana jika pembuatan beton dilakukan di daerah rawa. Kemampuan
serta pengalaman menjadi senjata utama pembuatan beton.
KESIMPULAN
Ada beberapa catatan penting dalam proses pembuatan hingga
pencetakan sebuah beton. Yang pertama adalah seorang ahli beton harus bisa
memilih dan mengatur metode terbaik yang dilakukan dalam pembuatan yang sesuai
dengan keadaan lingkungan serta kondisi saat pembuatan. Yang kedua adalah
pemilihan bahan-bahan yang sesuai dengan daerah kerja, waktu kerja dan
kemampuan pemilik proyek. Dan yang ketiga adalah keahlian dalam menghadapi
persoalan-persoalan yang ada di lapangan. Ketelitian dan etos kerja merupakan
hal mutlak yang harus dimiliki oleh setiap pekerja yang melakukan pekerjaan di
bidang beton.
Setiap tahap yang dilakukan secara baik dan teliti sehingga juga
menghasilkan suatu beton yang kita inginkan. Kualitas kontrol oleh pengawas.
Prinsip efisien dan efektif juga diperlukan agar beton tersebut menjadi
optimum.Segala upaya perbaikan kinerja kita harus bertujuan untuk memajukan
kehidupan manusia seperti yang tertera pada piagam sipil. Tanpa merusak
lingkungan. Kemajuan di bidang beton mudah-mudahan mendapat antusias dari masyarakat.
No comments:
Post a Comment