ABSTRAK
Pembangunan dibidang struktur dewasa ini mengalami kemajuan yang
sangat pesat. Baik pada pembangunan perumahan, gedung-gedung, jembatan,
bendungan, jalan raya, pelabuhan, bandara dan sebagainya. Beton merupakan salah
satu pilihan sebagai bahan struktur dalam konstruksi bangunan selain kayu dan
logam.
Beton diminati karena banyak memiliki kelebihan-kelebihan
dibandingkan dengan bahan lainnya. Beberapa diantaranya adalah harganya relatif
murah, mempunyai kekuatan tekan yang besar, tahan lama, tahan terhadap api,
bahan baku mudah didapat dan tidak mengalami pembusukan.
Hal lain yang mendasari pemilihan dan penggunaan beton sebagai
bahan konstruksi adalah faktor efektifitas dan tingkat efisiensinya. Secara
umum bahan pengisis (filler) beton terbuat dari bahan-bahan yang mudah
diperoleh, mudah diolah (workability) dan mempunyai keawetan (durability) serta
kekuatan (strenght) yang sangat diperlukan dalam pembangunan suatu konstruksi.
Beton sendiri merupakan campuran homogen dengan perbandingan
tertentu antara semen,agregat kasar, agregat halus dan air serta ditambah pula
dengan bahan campuran tertentu bila dianggap perlu.
Ada sedikitnya empat proses yang dilakukan dalam pembuatan beton.
Keempat proses ini mempunyai peran sangat penting dan berpengaruh satu sama
lain. Jadi, jika salah satu dari keempat proses mengalami kesalahan yang fatal.
Maka akan mempengaruhi mutu suatu beton yang dibuat.
Keempat proses itu adalah pemilihan bahan-bahan yang akan digunakan
untuk pembuatan beton, menentukan alternatif metode campuran (komposisi
campuran beton), metode pencampuran bahan-bahan beton hingga tahap pencetakan
dan perawatan (curing) beton yang dicetak.
Tahap-tahap ini yang nantinya akan dibahas dalam kesempatan kali
ini. Bagaimana cara-cara yang baik dan benar. Serta bagaimana seorang ahli
beton mengkondisikan proyek pekerjaan pembuatan beton yang benar.
Pendahuluan
Sebelum masuk ke penjelasan bagaimana tata cara pembuatan beton
yang baik dan benar. Ada baiknya kita kembali mengingat beberapa
prinsip-prinsip sebuah beton. Apa itu beton serta bagaimana karakteristiknya.
Beton adalah material bahan yang terdiri dari semen, agregat (split
dan pasir), air, serta bahan tambahan (addmixture) baik kimia maupun mineral
jika diperlukan.
Karakteristik beton antara lain :
1.
Kuat tekan tinggi.
2.
Harga murah.
3.
Bahan-bahan penyusun
mudah didapat.
4.
Mudah diolah.
5.
Tahan terhadap api
6.
Tahan lama, minimal
untuk jangka waktu 30-40 tahun.
7.
Tidak mengalami
pembusukan.
8.
Biaya pemeliharaan
rendah.
9.
Tahan terhadap
temperatur tinggi dan anti-korosi.
10. Kekuatan pada umur 28 hari, minimal 70% dari
kekuatan yang sebenarnya.
Dapat kita lihat bahwa karakteristik dari beton sebagian besar
merupakan kelebihan beton dibandingkan dengan bahan konstruksi lainnya. Kita
dapat ambil poin yang pertama. Beton memiliki kuat tekan yang tinggi.
Karakteristik ini sangat tepat jika beton digunakan untuk daerah bangunan yang
mengalami kuat tekan yang besar. Berbeda dengan baja, baja cenderung kuat
terhadap gaya tarik. Namun lemah jika mengalami gaya tekan.
Beton juga tahan terhadap api. Berbeda dengan kayu (yang tidak
tahan api) hanya mampu menahan api (jika terjadi kecelakaan) tidak lebih dari 1
jam. Beton mampu menahan api minimal 4 jam sejak api itu mengenai beton. Dengan
pemeliharaan yang rendah, beton menjadi solusi bagi pemilik proyek yang hanya
mempunyai sedikit uang untuk pemeliharaan. Tidak seperti baja dan kayu yang
membutuhkan biaya pemeliharaan yang besar.
Akan tetapi dalam pemakaiannya dalam pembangunan konstruksi. Sama
seperti bahan material lainnya, beton juga memiliki kekurangan. Kita mengetahui
secara jelas bahwa beton memiliki kuat tekan yang tinggi, namun kenyataannya
bahwa beton sangat lemah terhadap gaya tarik. Untuk itu dibuatlah beton
bertulang dengan tulangan baja yang bukan hanya saja kuat terhadap tekan namun
tarik pula. Atau berat jenis beton yang tinggi membutuhkan alat berat untuk
mengangkut beton (jika proyek tersebut berskala menengah ke atas).
Beberapa kekurangan beton antara lain:
1.
Cenderung lemah
terhadap gaya tarik.
2.
Jika sudah dibentuk
(keras) sukar diubah kembali.
3.
Pelaksanaan
membutuhkan ketelitian, pengawasan serta etos kerja yang tinggi.
4.
Berat jenis beton
tinggi.
5.
Daya pantul suara
besar.
6.
Membutuhkan cetakan
sebagai media pembentuk beton.
7.
Beton yang sudah
jadi tidak bisa di daur ulang.
8.
Jika didiamkan akan
langsung mengeras. Ini menyulitkan para kontraktor untuk tetap membuat beton
segar. Membutuhkan alat berat yang mengeluarkan biaya tambahan.
Dari sini kita dapat mengambil poin bahwa setiap bahan konstruksi
mempunyai kelebihan dan kekurangan. Dan sebagai salah satu materi yang dipelajari
di fakultas teknik sipil. Teknologi bahan konstruksi berusaha mencari metode
dan inovasi yang sesuai dengan tuntutan masyarakat.
Pada kesempatan ini yang perlu ditekankan adalah pembuatan beton
yang baik dan benar. Jika kita melakukan pembuatan beton secara baik dan benar.
Maka beton yang dihasilkan adaah baik pula.
Karekateristik beton yang baik yakni:
1.
Homogen, artinya
semua bahan tercampur dengan baik dan tidak mengalami segregasi ( pemisahan
bahan-bahan penyusun).
2.
Strenght, artinya
sebuah beton mempunyai kekuatan seperti yang kita rencanakan. Kelebihan maupun
kekurangan keuatan menunjukkan bahwa ada kesalahan yang kita lakukan. Baik pada
pemilihan bahan, pengaturan komposisi, pencampuran maupun perawatan beton.
3.
Durable, keawetan
beton juga minimal sesaui dengan apa yang direncanakan. Biasanya beton
mempunyai daya awet hingga 40-50 tahun. Setidaknya beton yang sudah berumur 40
tahun sudah diganti. Karena kekuatannya akan menurun secara perlahan yang
dikhawatirkan akan mempengaruhi pembagian beban terhadap struktur bangunan.
4.
Economic, harga yang
ekonomis bukan berarti harganya murah. Ekonomis berarti pelaksanaan dan
pemakaian beton memenuhi standar efisiensi dan efektivitas pekerjaan.
Kebanyakan akan menyangkut masalah biaya. Jadi wajar jika beton mempunyai harga
yang lebih murah dibanding bahan konstruksi lainnya.
Yang terakhir adalah bagaimana sifat keefisienan dan keefektivan
sebuah pekerjaan akan menghasilkan beton yang optimum.
No comments:
Post a Comment